Penyakit
Malaria adalah
penyakit
infeksi
yang disebabkan
oleh
protozoa parasit
yang yaitu
golongan
Plasmodium,
melalui
gigitan
nyamuk
Anopheles.
Biasanya
di wilayah
tropis
seperti:
Amerika,
Asia dan
Afrika.
•
Ada empat
type plasmodium parasit
:
•Plasmodium
falciparum
•Plasmodium
vivax
•Plasmodium
ovale
•Plasmodium
malariae
•Gejala
Penyakit
Malaria
Secara
umum
mengalami
demam,
menggigil,
linu
atau
nyeri
persendian,
kadang
sampai
muntah,
tampak
pucat
/ anemis,
hati
serta
limpa
membesar,
air kencing
tampak
keruh
/ peka,
terasa
geli
pada
kulit
dan
mengalami
kekejangan.
•
•Ada
beberapa bentuk manifestasi penyakit malaria, antara lain :
- Malaria tertiana
- Malaria quartana
- Malaria serebral
- Malaria pernisios
- Malaria tertiana
- Malaria quartana
- Malaria serebral
- Malaria pernisios
•
Pencegahan penyakit malaria dapat dilakukan
dengan Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN), berusaha menghindarkan diri dari
gigitan nyamuk, atau upaya pencegahan dengan pemberian obat Chloroquine bila
mengunjungi daerah endemik malaria.
•Flu
Burung
Penyebab flu burung adalah virus influenza
tipe A yang menyebar antar unggas. Virus influenza tipe A memiliki beberapa
subtipe yang ditandai adanya Hemagglutinin (H) dan Neuramidase (N). Ada 9
varian H dan 14 varian N. Virus flu burung yang sedang berjangkit saat ini
adalah subtipe H5N1 yang memiliki waktu inkubasi selama 3-5 hari.
•Cara
penularan
•Kebanyakan
kasus flu burung terjadi pada jalur transportasi atau peternakan unggas
alih-alih jalur migrasi burung liar.
•Virus
ini dapat menular melalui udara ataupun kontak melalui makanan, minuman, dan
sentuhan.
•
•Gejala
pada manusia
Flu burung (H5N1) memiliki persamaan gejala
dengan virus influenza lainnya, termasuk adanya demam, batuk, pilek, sakit
tenggorokan, sakit kepala dan nyeri otot. Namun virus flu burung kemungkinan
besar dapat mengakibatkan demam yang tinggi, infeksi paru-paru, terganggunya
saluran pernapasan, rusaknya bermacam-macam organ tubuh, sampai pada kematian.
•Gejala
pada unggas
Unggas mati mendadak tanpa gejala klinis,
lemas tidak berenergi & kehilangan selera makan, jengger bengkak, berwarna
biru/berdarah &bulu-bulu berguguran, kepala tertunduk menyatu dengan badan,
kesulitan bernafas, bengkak pada kepala & kelopak mata, pendarahan di kulit
pada area yang tidak ditumbuhi bulu terutama pada kaki, penurunan jumlah telur
yang dihasilkan, diare, menggil, mengeluarkan air mata serta gelisah.
•Pencegahan
•Jangan menyentuh burung, unggas atau kotorannya.
•Cuci
tangan dengan sabun cair dan air yang mengalir.
•Masak
dengan benar unggas dan telurnya sebelum dimakan/dihidangkan
•Pengobatan
Pengobatan atau pemberian obat flu seperti Tamiflu atau jenis lainnya, tapi harus tetap dalam pengawasan dokter atau pihak rumah sakit yang ditunjuk oleh Dinas Kesehatan RI
•

0 komentar:
Posting Komentar